
Foto: Rapat kerja BNPP. ©2013 Tentang Sumedang
Reporter: Budi Susanto
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi membenarkan pihaknya telah mengirim surat ke Kementerian Agama terkait agama Baha'i yang ingin diakui sebagai agama baru di Indonesia. Sampai saat ini, Gamawan, mengaku belum mendapat penjelasan yang resmi dari Kemenag apakah akan diakui atau tidak.
"Agama kan sudah jelas ada enam itu. Baha'i itu justru kita menunggu dari Kementerian Agama. Kalau Kemenag menyatakan itu masuk agama yang diakui, baru kita akomodir di KTP," ujar Gamawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/7).
Gamawan mengatakan, selama ini, Indonesia hanya mengakui 6 agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu). Namun, jika ada penambahan, Gamawan mempersilakan Kemenag buat surat resmi dikirimkan kepada pihaknya.
"Karena itu kalau ada penambahan, silakan diinformasikan kepada kita. Karena di dalam KTP kolom agama itu hanya enam, kalau di luar itu kosong aja," jelasnya.
Gamawan mengaku terkait ini sudah pernah melakukan diskusi dengan Kemenag. Namun, usai diskusi itu, disepakati masih berpegang pada 6 agama saja.
Akan tetapi, Gamawan mengaku tak tahu jika ada perkembangan terbaru dari Kemenag, agama Baha'i telah diakui.
"Pernah ada diskusi, tapi kita berpegang kepada ketentuan yang enam itu. Kalau ada penambahan bisa aja, dulu belum masuk misalnya konghucu. Kemudian masuk, ya kita akomodir. Nah sekarang kalau Baha'i, kita tunggu, itu kewenangan kemenag," jelasnya.
Gamawan menambahkan, jika di kolom KTP, kolom agama dikosongkan, tak akan jadi masalah. Sebab, kata Gamawan, agama itu soal kepercayaan, dan pihaknya akan mempermudah kepengurusan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan agama.
"Enggak masalah, kalau memang di luar itu, termasuk agama-agama yang lokal, aliran kepercayaan tradisional, itu kosong aja. Kita mempermudah kok, enggak ada masalah dalam pengurusan (dokumen kependudukan)," jelasnya.
Berdasarkan informasi, agama Baha'i muncul pada abad 19. Agama ini didirikan oleh Baha'u'llah dan terus berkembang hingga memiliki jumlah pengikut di 6 juta orang. Agama Baha'i menilai semua agama berasal dari sumber yang sama. Agama dipandang sebagai suatu proses pendidikan bagi umat manusia melalui para utusan Tuhan.