
Foto: Rahmat Gobel. ©2014 Tentang Sumedang
Reporter: Heriyadi Septiyanto
Tentang Sumedang - Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengaku telat melaporkan perkembangan harga beras di pasar kepada Presiden Joko Widodo. Dia mengungkapkan alasannya tidak melapor karena penurunan harga beras di pasar masih belum merata.
"Banyak yang keluhan harga masih belum turun, ke saya juga banyak, masih harga tinggi, bagaimana kualitas beras raskin," ujar Gobel usai rapat di Istana Bogor Jawa Barat, Minggu (15/3).
Gobel mengatakan seharusnya yang melaporkan perkembangan itu selain dirinya bisa Kepala Bulog atau Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Namun Presiden Jokowi dalam rapat tadi mengatakan kepada semua menteri mengapa tidak ada laporan terbaru terkait perkembangan harga beras.
"Kepada semua dikasih tahu bahwa belum diupdate yang terakhir," ujarnya.
Lanjut dia, dalam rapat terbatas itu selain perkembangan harga beras, pemerintah juga membahas harga gabah. Hal itu karena petani saat ini sedang dalam masa panen.
"Tadi laporan dari Mentan kan ini sudah mulai panen, maka kami bahas soal harga gabah pokok, soal itu, tanya Pak Menko," pungkas dia.
Sebelumnya diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak menggelar rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat. Di dalam rapat yang dimulai pukul 18.00 WIB itu, Jokowi sempat meluapkan kekesalannya kepada para menteri akibat tidak diberi laporan perkembangan harga beras di pasar.
"Yang pertama saya akan berbicara mengenai masalah beras, setelah hasil operasi pasar dan penggelontoran raskin kira-kira minggu yang lalu belum pernah ada laporan sama sekali kepada saya mengenai perkembangan harga di pasar," kata Jokowi.