Breaking News
Join This Site
Menko Sofyan: Jokowi Ingin Berita Apapun Dilaporkan Agar Update

Menko Sofyan: Jokowi Ingin Berita Apapun Dilaporkan Agar Update

Menko Sofyan: Jokowi Ingin Berita Apapun Dilaporkan Agar Update



Foto: Menko Perekonomian Sofyan Djalil. ©2014 Tentang Sumedang


Reporter: Rendy Saputra





Tentang Sumedang - Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan dalam rapat terbatas tadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) kecewa tidak dilaporkan perkembangan harga beras terakhir di pasar. Dia mengatakan Jokowi ingin laporan naik atau turunnya harga beras tetap dilaporkan.



"Presiden menginginkan naik atau turun dilaporkan. Sekarang kita akan melaporkan secara rutin," ujarnya di Istana Bogor, Minggu (15/3).



Menurutnya, setelah Jokowi diberi laporan penurunan harga beras di beberapa tempat membuatnya cukup puas. Meski demikian, masih ada sejumlah pasar yang harga berasnya mahal.



"Telah terjadi penurunan Rp 1.000 - Rp 1.500 per kilogram. Itu sesuai yang kami harapkan ini panen raya sudah mulai masuk," terangnya.



Sofyan mengaku tidak melaporkan perkembangan terakhir harga beras kepada Jokowi karena dirasa ada menteri terkait yang berkewajiban melapor.



"Salahnya siapa yang harus melapor, yang harus melapor kan banyak menteri teknis yang melapor. Jadi mungkin kondisi trennya sudah oke mungkin menteri sudah oke, begitu sensitif ingin tahu day to day. Temen-temen yang memonitor melaporkan, karena harga naik melapor, karena harga turun terlupakan melapor," ujarnya.



Dia mengklaim berita baik tentang penurunan harga beras tidak perlu laporan. Namun, rupanya Jokowi ingin berita apa pun dilaporkan perkembangannya.



"Yang harus melapor ya intinya pembantu presiden, dan semua harus melapor. Tetapi selama ini berita baik tidak perlu dilaporkan tetapi kini lupa terlaporkan, kalau berita ini harga beras naik segera kami laporkan. Itu inti masalahnya," ujarnya.



Selain itu, kata Sofyan, Jokowi meminta laporan terkait update berita apa pun kepada dirinya. Hal itu agar segala permasalahan terkait rakyat diketahui oleh presiden.



"Dari laporan Presiden, tadi Pak Presiden inginkan berita apa pun dilaporkan sehingga beliau update," pungkas dia.