
Foto: TNI-Polri rilis hasil investigasi. ©2014 Tentang Sumedang
Reporter: Sofyan Abidin
Tentang Sumedang - Sebanyak 17 warga negara Indonesia dikabarkan ditangkap oleh Kepolisian Malaysia di dekat Pulau Sebatik. Rombongan yang diduga menerobos perbatasan ini terdiri dari 10 anggota Polri, 4 personel TNI, dan tiga warga sipil.
Kapuspen TNI Mayor Jendral Fuad Basya membantah kabar yang beredar tersebut. Menurutnya anggota TNI yang menyeberang ke Malaysia dalam rangka membantu polisi yang mengejar pelaku pembunuhan.
"Tidak ada ditangkap, itu ada pembunuhan anggota TNI dan yang bersangkutan lari ke Malaysia. Tentara ini membantu polisi mengejar pelaku," kata Fuad Basya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (15/3).
Menurutnya, anggota TNI tersebut memang sempat diinterogasi oleh Kepolisian Malaysia. Pelaku juga sudah berhasil ditangkap oleh mereka.
"Mereka sempat diinterogasi karena izin awalnya polisi yang kan masuk ke Malaysia. setelah dijelaskan sudah selesai, pelaku juga sudah ditangkap," terang dia.
Sebelumnya diketahui, aparat TNI yang dicokok polisi Malaysia semuanya berpangkat rendah dan tidak membawa surat perintah. Mereka mengaku spontan menggeruduk kantor polisi di wilayah Malaysia karena ingin menangkap tersangka.
Tersangka bernama Syarif, diketahui terlibat pembunuhan Sersan Satu (Sertu) Tata Adi Cahyono dari Kodim 0911/ Pulau Nunukan, Kalimantan Utara.