
Foto: PKPI sutiyoso. ©2013 Tentang Sumedang
Reporter: Benny Wijaya
Tentang Sumedang - Wabah Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah mulai menjamur di Indonesia. Banyak orang Indonesia mulai tertarik untuk bergabung dengan ISIS.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menanggapi serius persoalan ini. Pria yang akrab disapa Bang Yos ini mengatakan bahwa kasus ISIS harus ditindak secara mendalam dan fokus.
"ISIS harus ditangani secara serius ini bukan masalah sederhana karena banyak Islam radikal di Indonesia ini yang harus kita luruskan agar tidak masuk ajaran ISIS," tegas Bang Yos, saat ditemui usai peresmian rumah perjuangan keluarga banteng muda, di jalan taman kebon sirih, Jakpus (19/3).
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini melanjutkan, organisasi ISIS kalau dibiarkan dan tidak ditindak di Indonesia akan semakin menyesatkan rakyat. Untuk itu menurutnya perlu adanya gerakan aktif pemerintah melakukan pencegahan.
"ISIS itu menyesatkan oleh karena itu pemerintah harus membuat suatu aturan-aturan untuk mencegah masuknya ISIS ke Indonesia," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Tentara Nasional Indonesia dan militer Amerika Serikat sepakat untuk bersama-sama memerangi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sebagai pencegahan, TNI akan menggelar latihan skala besar di Poso, lokasi di mana kelompok Santoso masih bebas berkeliaran dan diduga terkait dengan jaringan ISIS di Indonesia.
"ISIS tidak boleh berkembang, tidak boleh tumbuh di satu wilayah pun di Indonesia, ini sudah menjadi suatu keputusan. Untuk itu TNI akan menggelar latihan dalam jumlah yang relatif besar di Poso, karena saya mewaspadai Poso, saya tidak ingin Poso menjadi tempat yang nyaman bagi tumbuhnya ISIS setelah mereka kembali dari Suriah dan Irak," tegas Panglima TNI Jenderal Moeldoko dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (19/3).